
Buku ini secara konseptual mengkaji agama sebagai lembaga sosial kritis melalui berbagai pendekatan sosiologi dan kajian budaya, diikuti oleh penelaahan historis, dinamika kelembagaan Buddhis di Indonesia, serta model-model resolusi konflik berbasis nilai Buddhis. Pembahasan ini diharapkan memberi wawasan menyeluruh bagi pembaca yang tertarik memahami hubungan antara agama, masyarakat, budaya, dan konflik. Penulis menyadari bahwa buku ini masih memiliki keterbatasan dalam cakupan maupun kedalaman beberapa pembahasan. Untuk itu, kritik dan saran konstruktif sangat diharapkan demi penyempurnaan karya ini di masa mendatang. Semoga buku ini bermanfaat bagi akademisi, pemuka agama, pengurus lembaga, serta seluruh pembaca yang peduli terhadap harmoni, persatuan, dan perdamaian dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.